RasulPaulus menyatakan: “ Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah” (1 Korintus 10:31). Kita harus melakukan segala sesuatu dengan segenap hati untuk Tuhan sendiri, dan bukan untuk mencari pujian manusia (Kolose 3:23).
Kenalihal-hal yang dapat memicu stres dan lakukan sesuatu untuk mengatasinya. 2. Bicarakan keadaan atau kesulitan yang sedang kita hadapi pada orang lain yang kita percaya. Banyak cara yang dapat kita gunakan untuk mendekatkan diri kita kepada Tuhan, seperti : berdoa, beramal, dan lain-lain. Kalau dengan bercerita kepada orang lain belum
Seringkalikita berpikir Ia punya segala sesuatu, sehingga Tuhan tidak butuh sesuatu. Dia adalah Bapa yang baik, yang butuh kasih, pujian dan penyembahan kita. Lakukanlah setiap Firman Tuhan karena hati yang mengasihi Dia bukan karena takut dihukum Tuhan. Sembahlah Tuhan karena memang Dia Allah yang layak untuk kita sembah. dan kesetiaan
Doa Tuhan Yesus, mampukanlah diriku melakukan segala kebaikan seperti yang telah Engkau ajarkan. Janji: “Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia, dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu” --- Mazmur 37:3-4
Merekajelas bermain-main dengan kekuasaan dan menggunakan kekuasaan untuk melakukan segala sesuatu. Antikristus semuanya menyukai kekuasaan, dan ketika mereka memiliki status, mereka menginginkan lebih banyak kekuasaan. Dia tidak membutuhkan hal-hal seperti itu. Yang Tuhan butuhkan hanyalah agar engkau dengan tekun melakukan penerapan
KeindahanBersama Tuhan I Kor 2 : 9 Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia." semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia." Betapa dasyat dan
Laluberkatalah Natan kepada raja: ”Baik, lakukanlah segala sesuatu yang dikandung hatimu, sebab TUHAN menyertai engkau.” takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya.” Tepat seperti perkataan ini dan tepat seperti penglihatan ini Natan berbicara kepada Daud. Dan sekarang, ya TUHAN Allah, tepatilah untuk selama-lamanya janji yang
2Samuel 7. 1. Ketika raja telah menetap di rumahnya dan TUHAN telah mengaruniakan keamanan kepadanya terhadap semua musuhnya di sekeliling, 2. berkatalah raja kepada nabi Natan: "Lihatlah, aku ini diam dalam rumah dari kayu aras, padahal tabut Allah diam di bawah tenda." 3. Lalu berkatalah Natan kepada raja: "Baik, lakukanlah segala sesuatu
Tuhanlahsumber kekuatan kita, melalui pertolongan Tuhan kita akan menjadi mampu untuk melakukan segala sesuatu, bahkan semua hal yang tidak mungkin ditanggung oleh kekuatan manusia. Kita mengenal tokoh-tokoh di Alkitab yang membuktikan bahwa mereka adalah pahlawan diantaranya adalah : Yosua; Gideon; Simson; Daud; dan lain-lain, kalau
Sebab, oleh Dia, segala sesuatu yang ada di surga dan di bumi diciptakan, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik takhta, kekuasaan, pemerintah, maupun penguasa. Segala sesuatu telah diciptakan melalui Dia dan untuk Dia" (Kolose 1:16). Jelas sekali bahwa Allah merupakan pusat dan tujuan hidup semua manusia.
cqhentn. Logo YouVersionAlkitabRencanaVideoDapatkan AplikasinyaPemilih BahasaIkon PencarianFilipi 214Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahanAplikasi AlkitabAplikasi Alkitab untuk Anak-AnakRencana Bacaan dan Renungan gratis terkait dengan Filipi 214Saya Percaya DiriPekerjaan yang Digerakkan oleh Injil Dalam Krisis COVID-19Bertumbuh Di Dalam KristusIman Yang BertumbuhTidak Takut Bagaimana Orang Kristen Menanggapi KrisisMulut BesarkuBerkat dari Hal yang BiasaBRIGHTERSurat Paulus dari Penjara Paulus dan Jemaat di FilipiFilipi - Memilih SukacitaOswald Chambers Harapan - Sebuah Janji Suci Perjalanan Harian Kita Sebuah Perjalanan 30 Hari Bersama YesusDapatkan Aplikasi Alkitab YouVersionSimpan ayat, baca luring, tonton klip pengajaran, dan lainnya!YouVersion menggunakan cookie untuk mempersonalisasi pengalaman Anda. Dengan menggunakan situs web kami, Anda menerima penggunaan cookie seperti yang dijelaskan dalam Kebijakan Privasi kamiBerandaAlkitabRencanaVideo
Oleh Herry Oktavianus. “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” “Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah.” “Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya”. Demikianlah tertulis pada kitab Kolose 323-24. Kolose 323-24 merupakan bagian tak terpisahkan dari semua yang dipaparkan Paulus sebagai Rasul Kristus dalam suratnya kepada jemaat gereja yang ada di Kolose. Paulus menyampaikan *hal-hal bersifat theologis yang penting dan patut untuk diketahui, dipahami dan diimplementasikan* oleh setiap anggota jemaat gereja di Kolose baik secara pribadi, persekutuan dan bahkan setiap anggota-anggota keluarga dalam suatu rumah tangga kristiani. Rasul Paulus mengawali guratan suratnya dengan mengungkapkan rasa bangganya terhadap jemaat Kolose yang telah membuktikan sikap dan cara hidup kristiani yang sesuai dengan ajaran Kristus TuhanKolose 13-14, walaupun begitu Paulus menganggap *tetap perlu* membekali jemaat Kolose dengan pengetahuan dan pemahaman theologis yang berpusat pada Kristus *Kristus Centris* contoh seperti tentang *”Kepenuhan hidup dalam Kristus, manusia baru, membangun hubungan anggota keluarga kristiani yang benar dan cara sikap hidup penuh kerendahan hati juga mengasihi sesama manusia”* Secara garis besar apa yang dipaparkan dalam kitab Kolose merupakan *_”Deskripsi atau penggambaran_”* doktrinisasi theologis kristiani yang bersumber dari Dogmatika Kristiani yang tertulis pada kitab Matius 2237-40, sehingga *segala sesuatu yang baik dan benar dilakukan* oleh setiap pribadi kristiani maupun kelompok termasuk di saat memenuhi tugas tanggungjawab dalam berbagai profesi bahkan status baik sebagai anggota-anggota keluarga, siswa di sekolah, guru, dosen, pendeta, pegawai, pejabat dan pembantu rumah tangga sekalipun tunaikanlah semua itu hanya untuk *_”Kristus TUHAN bukan untuk dunia ini, diri sendiri maupun manusia_”* dan segala sesuatu yang dilakukan berdasarkan iman *untuk Tuhan* pasti akan memperoleh upahbayaran, dimana besaran *upah* tersebut tidak dapat disamakan apa lagi dibandingkan dengan nilai nominal maupun harta duniawi, yaitu *upah* yang akan diberikan Tuhan kepada setiap orang yang setia berbuat hanya untuk Tuhan sepanjang perjalanan hidupnya di dunia yang fana ini. *_”kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu 324. Bila orang-orang yang tidak hidup di jalan Tuhan/tidak hidup dalam Kristus Tuhan melakukan segala sesuatu hanya untuk mewujudkan kepentingan maupun kebutuhan hidup bersifat sesaat, yaitu sebatas pemenuhan kedagingan yang akan binasa akan tetapi tidaklah demikian kesediaan setiap pribadi Kristiani dalam berbagai aktivitas yang dilakukannya, selayaknya dilakukan *berdasarkan tanggungjawab iman yang berorientasi untuk Tuhan* bukan sekedar mengikuti suatu kegiatan biasa dan rutinitas saja karena pola hidup berdasarkan iman kristen adalah suatu pola hidup *”melayani Tuhan juga melayani manusia”* Tuhan tidak akan membiarkan setiap orang yang hidup berbuat untuk Tuhan, karena Tuhan akan senantiasa memperhatikan apapun yang menjadi kebutuhan hidupnya. ingatlah bahwa setiap jerih payah dan pengorbanan karena berbuat untuk Tuhan tidak akan pernah sia-sia. Segala perbuatan yang ditujukan untuk mempermuliakan Tuhan dalam berbagai kebajikan itu sama dengan berinvestasi di sorga dan pasti akan menikmati hasilnya sebab Tuhan setia dengan segala janji-janji firman-Nya. *_”Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu, sebab tidak Kautinggalkan orang yang mencari Engkau, ya TUHAN.”_*Mazmur 910 “Segala kemuliaan bagi TUHAN ditempat maha tinggi dan damai sejahtera bagi setiap orang yang berkenan kepada-Nya”
Kolose 31-23 Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. - Kolose 323 Seorang pemilik toko sepatu sedang memerhatikan anak buahnya yang tengah membuat sepatu. Ia menegur anak buahnya karena membuat sepatu tidak sesuai dengan prosedur yang ditetapkan olehnya sehingga berakibat sepatu cepat rusak. Si anak buahnya beralasan, “Kalau sepatu cepat rusak, maka dengan sendirinya pembeli akan kembali lagi ke toko kita.” Mendengar alasan tersebut, pemilik toko yang ternyata anak Tuhan berkata, “Saya membuat toko sepatu ini dan mempekerjakan kalian tidak hanya untuk mendapatkan keuntungan materi dari para pelanggan setia saja. Saya melakukan pekerjaan ini untuk kemuliaan nama Tuhan. Di sorga nanti, saya berharap setiap sepatu yang sudah saya buat akan kembali kepada saya dalam jumlah yang banyak. Saya tidak ingin Tuhan berkata, Sungguh pekerjaan yang buruk. Engkau tidak melakukan yang terbaik.’” Seluruh aspek kehidupan kita adalah batu ujian apakah kita sungguh mengasihi Tuhan atau tidak. Orang yang ingin menyenangkan hati Tuhan serta rindu menerima yang terbaik dari-Nya akan senantiasa melakukan segala sesuatu dengan segenap hati dan berusaha memberikan yang terbaik dari apa yang dapat ia berikan. Meskipun tidak ada orang lain yang melihat atau mengawasi, ia tahu kepada siapa harus bertanggung jawab. Ia tahu bahwa semua pekerjaan buruk yang dilakukan dengan sengaja akan dipertanggungjawabkan kepada Tuhan. Lagipula hasil pekerjaannya kelak akan kembali kepadanya juga. Apa pun pekerjaan yang Anda lakukan saat ini, kerjakanlah dengan segenap hati dan lakukanlah dengan sebaik mungkin seperti untuk Tuhan, bukan untuk manusia. Jangan pernah ada unsur penipuan atau ketidakjujuran di dalamnya. Kelak Anda akan berbangga ketika Tuhan memperlihatkan hasil pekerjaan Anda seraya berkata, “Anakku, terima kasih karena pekerjaanmu sungguh baik dan teruji.” Biarlah setiap kita berdoa demikian, Tuhan Yesus, berkatilah setiap pekerjaan yang aku lakukan dan jauhkan aku dari semua keinginan berbuat curang dan mengambil keuntungan yang bukan hakku. Amin. Refleksi Diri Bagaimana sikap Anda terhadap pekerjaan? Apakah sebagai lahan mencari penghasilan atau lahan ibadah Anda kepada Tuhan? Apa yang Anda lakukan agar menjadikan pekerjaan Anda sebagai wujud ibadah Anda kepada Tuhan Yesus?